Rabu, 25 September 2013

SOMBONG: RASA, PIKIR, PERILAKU

SOMBONG: RASA, PIKIR, PERILAKU

ALLAH SWT BERFIRMAN:

"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini DENGAN SOMBONG, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (QS. Al-Isra 17:37).

NABI MUHAMMAD SAW BERSABDA:

Dari 'Abdullah bin Mas'ud r.a., dari Nabi saw., sabdanya: "Tidak dapat masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat RASA SOMBONG walaupun hanya seberat debu." Seorang laki-laki bertanya, "Bagaimana kalau seseorang suka memakai baju dan sepatu bagus?" Jawab Rasulullah saw., "Allah itu indah (jamil). Dia menyukai yang indah. Sedangkan sombong itu MENOLAK KEBENARAN DAN MEREMEHKAN ORANG LAIN." (Hadis Sahih Muslim Jilid 1. Hadis Nombor 0071).

TRIK TIDAK SOMBONG,
SYAIKH ABDUL QODIR JAELANI MEMBERIKAN NASIHAT:

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu: "Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah swt jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku.”

1. Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah swt, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”

2. Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Dia telah beribadah kepada Allah swt jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

3. Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

4. Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu):
“Orang ini bermaksiat kepada Allah swt karena dia bodoh ( tidak tahu ), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”

5. Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu) :
“Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, bisa jadi di akhir usianya dia memeluk agama islam dan beramal saleh. Dan bisa jadi di akhir usia, diriku kufur dan berbuat buruk.” (Futuhul Ghoib, Syaikh Abdul Qodir Jaelani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar